Origami, Cara Asyik Untuk Mengasah Kemampuan Otak Terutama Anak-Anak

Posted on

Origami merupakan kesenian melipat kertas yang berasal dari Jepang. Origami berasal dari bahasa Jepang ‘Oru’ yang memiliki arti melipat dan ‘kami’ yang memiliki arti kertas. Seni melipat kertas origami ini sangat bagus untuk mengasah otak.

Pada tahun 6 sebelum Masehi, para Biksu di Jepang telah membuktikan bahwa seni melipat kertas tersebut memiliki manfaat yang baik untuk mengasah otak. Para Biksu membuat origami untuk kepentingan acara upacara keagamaan.

Pada zaman modern seperti sekarang ini, Origami atau kesenian melipat kertas dianggap menjadi salah satu media pembelajaran yang bagus dan menarik untuk anak-anak. Dengan origami, Anda bisa menyatukan unsur ilmu pengetahuan alam, teknologi, seni dan matematika dalam satu kegiatan.

Di Jepang, kesenian Origami sudah dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran di sana. Hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk melatih kesabaran anak, kemampuan visiospasial, konsentrasi dan daya ingat anak.

Manfaat origami bagi kemampuan otak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa mempelajari origami juga sama halnya belajar matematika. Origami membantu anak-anak untuk lebih mudah memahami konsep geometri di dalam ilmu matematika.

Anak akan mempelajari  tinggi, lebar dan panjang struktur origami. Selain itu dengan mempelajari origami, anak-anak juga akan belajar mengenai bentuk, istilah-istilah, pembagian konsep secara taktis dan lain sebagainya. Seperti mengenal bagian setengah, seperempat, sepertiga dan lain-lain.

Bukan hanya itu, origami juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk terapi terhadap anak yang memiliki gangguan perhatian atau yang biasa disebut dengan Attention deficit disorder (ADD). Biasanya diderita oleh anak-anak yang hiperactif. Sehingga mereka kurang konsentrasi dan fokus.

Sedangkan manfaat origami untuk orang dewasa adalah  berfungsi untuk relaksasi. Dengan menggunakan seni origami sebagai sarana mengisi waktu luang, Anda dapat melepaskan kepenatan dan mampu membuat otak Anda menjadi fresh kembali. Selain itu origami juga mampu untuk meningkatkan daya ingat seseorang.

Saat Anda melakukan kesenian melipat kertas ini, tanpa Anda sadari tangan akan mengirimkan impuls yang mampu mengaktifkan seluruh otak kiri dan kanan. Terutamanya pada bagian yang berhubungan dengan kemampuan daya ingat, kemampuan berfikir, keterampilan motorik dan visiospacial. Otak pun akan merasa lebih puas dan senang.

Origami untuk terapi gangguan mental

Selain mampu untuk meningkatkan kemampuan otak, kesenian origami dipercaya juga mampu digunakan untuk terapi terhadap orang yang mengalami gangguan mental, seperti stress, depresi, demensia dan lain-lain.

Dengan belajar Origami, seseorang dituntut untuk berimajinasi dan bereksplorasi terhadap lingkungannya. Dalam hal ini adalah kertas origami. Anda dapat membuat kreasi sesuai dengan keinginan Anda tanpa harus dihantui rasa bersalah dan takut gagal. Sehingga origami dapat digunakan sebagai terapi untuk mengatasi gangguan mental.

Selain itu, dengan Origami juga dapat meningkatkan kemampuan emosional Anda. Anda dituntut untuk lebih bersabar. Anda dapat kepuasan tersendiri saat bermain Origami ini. Apalagi jika Anda mampu menciptakan hal-hal yang baru dan lebih menarik dari sebelumnya, tentu Anda kan lmerasa lebih puas dan bangga.

Itulah beberapa hal yang menarik dari Origami. Kesenian melipat kertas ini sangat baik untuk mengasah otak baik dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan lansia. Meskipun simpel dan sederhana akan tetapi manfaatnya sangat istimewa.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik untuk mencoba bermain kesenian origami ini? Semoga penjelasan di atas mampu menambah khazanah pengetahuan Anda dan semoga dapat menginspirasi.

Sumber : KlikDokter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *